“Go now, the Great Liar. The loom is broken, and I with it undone. But if e’er thou weep—weep not for me. For I hath loved, though unworthy be.”
A yumeship made by [Ara] ([arsthimv] on Twitter/X).
Elegi Dusta.
“Please grant me my only wish, The Great Liar.” “I’m not your Holy Grail.”
<aside> ❗ Katakanlah pada dunia bahwa kalian tidak mencinta, karena pada akhirnya, yang menjawab dosa adalah Kebenaran yang hina dalam rengkuhan Dusta.
</aside>
Akan ada yang memegang takhta tertinggi dari para pendosa didunia, yakni dia yang keberadaannya terjalin semata-mata karena jalinan kata milik Sang Ratu Penyihir dari Peri Britania dan Dramawan dari negara yang sama. Sebaliknya, sosok pengelana dari dimensi tertinggi mengikat kontrak dengan Root dan ALAYA; ia yang membawa pengetahuan dari seluruh dirinya, ialah Kebenaran nan Nyata. Zaman Para Dewa mengutuknya dengan cinta pada Kemanusiaan, menjadikannya sebagai Monster gila yang ingin menghapus segala keputusasaan manusia; yang membentuk ilusi berupa kebohongan dan dusta.
Bahkan ia yang disebut sebagai Penenun Takdir, tidak bisa sepenuhnya memegang ujung benang dari selubung misteri dunia. Lostbelt ke-enam adalah intrik dimana Kebenaran dan Dusta saling abai dan terpikat.
Dusta tanpa Kebenaran hanyalah dosa, dan Kebenaran tanpa Dusta adalah konsep imajiner tanpa adanya kerangka. Nyatanya, mereka adalah dua sisi yang saling tarik menarik; dan juga saling menolak.
Tiada kata cinta diantara mereka, karena telah hilang selamanya bentuk emosi dari Sang Kebenaran, dan cinta adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh Si Pendusta. Namun, apakah itu benar adanya?
“My name is Oberon. Oberon-Vortigern. Now it's time to raise the curtain upon this tragedy! The pilgrim's journey ends here!”

Ialah Servant kelas Pretender, penipu ulung. Dirinya berawal dari keinginan dari tanah Peri Britania Raya untuk menghancurkan dirinya sendiri dalam wujud Vortigern, namun karena imbas dari kehadiran Morgan, yang mana adalah Servant dari Sejarah Manusia yang Seharusnya, Kausa Jiwa miliknya bercampur aduk dengan Oberon, Sang Raja Peri.
“Don't look at anything beyond the sky.”

Pendatang dari Dimensi Tinggi, dirinya sendiri adalah bentuk pengetahuan yang mutlak. Ia mengikat kontrak dengan Dunia, yang memberikannya Kausa Jiwa untuk menaungi roh miliknya yang terombang-ambing. Ia dikutuk akan cinta, maka dari itu, dari seluruh cintanya akan dilahirkan kembali sebagai Dosa dari Kemanusiaan.
Mencintaimu adalah dosa pertama dalam hidupku.
“…” “Well..”
Pertemuan pertama mereka adalah kecanggungan abadi, perkataan ini dikutip dari ucapan Fujimaru Ritsuka. Ketika itu, Fujimaru baru saja setengah jalan dalam Ziarah bersama Arthuria. BEAST::LOGOS, yang diturunkan ke lapangan setelah Goredolf merasa ada yang janggal dalam Persimpangan Dunia. Saat bertemu kembali, BEAST::LOGOS menemukan Ritsuka berjalan bersama gadis muda, yang kemudian mengenalkan diri sebagai Arthuria, serta seorang pria— yang sialnya tampan, BEAST::LOGOS harus mengakui itu; ya, meski dia pada esensinya tidak pernah bisa berbohong— yang mengaku sebagai Raja Peri, Oberon.
Keduanya langsung mengetahui bahwa masing-masing dari mereka adalah sisi terburuk satu sama lain. Kebohongan dan Kebenaran. Apakah mungkin untuk mereka tidak saling membunuh sebelum tirai kisah ini diturunkan?
“Shut up, Oberon.” “I didn't even say anything?!”
Mereka adalah dua makhluk yang tidak bisa mencinta. Oberon-Vortigern sendiri tidak percaya akan adanya cinta, sementara BEAST::LOGOS sendiri tidak ingin lagi merengkuh apapun yang berhubungan dengan cinta. Namun begitu, mereka layaknya dua kutub yang berlawanan; tarik menarik dengan penuh kebencian.
“Ha? Wanita gila itu? Aku peduli tentangnya meski dia menghancurkan diri sendiri dalam Dusta.” Oberon-Vortigern adalah makhluk yang penuh kebohongan, maka dari itu, apakah perkataannya adalah kebohongan yang sama?
“Aku menolak berkomentar apapun tentang Serangga Sialan itu.” BEAST::LOGOS, dengan nama lainnya, Daughter of Truth; adalah entitas yang tidak bisa berkata dusta. Segala yang ia ucapkan adalah benar atas segala pengetahuan didunia. Apakah ada alasan untuk dia menolak berkata?
Apakah ada sesuatu dibalik tutur kata mereka? Seluruh hubungan mereka dibalut oleh tirai tanya tanya. Apa yang benar dan apa yang salah? Siapa yang berkata dusta?
“Jangan terlalu jauh dariku.” “... Kau terluka, berhenti mengaturku seperti itu.”
Masih membenci; masih menarik satu sama lain pada kutub mereka masing-masing. Mereka sama-sama menggemakan kata benci, meski kadang seluruh dunia melihat Oberon merebahkan kepalanya dalam rengkuhan BEAST::LOGOS dan BEAST::LOGOS membiarkan Oberon menenun janji dalam setiap dustanya. Oh, betapa bodohnya mereka berdua, karena berpikir tidak ada yang tahu perihal apa yang mereka sembunyikan dibalik selubung dusta.
“Had fate been kinder... perchance, our hands had met— what fool was I, to weave the threads so tight. When all I craved... was to hold thee in the light.” “I don't want to stand in the light, but... maybe I'd like to wrap myself in your simple knitting just once.”
Pada akhirnya, dia adalah sebuah Binatang Buas yang ditakdirkan untuk disembelih demi dunia. Meski segala telah dia usahakan, bagian terkutuk itu masih kembali. Daughter of Truth kembali menjadi BEAST::LOGOS, menuntut dunia kembali kedalam pelukan kebenaran tanpa setitikpun dusta. Maka dari itu, satu-satunya yang berhak mengakhiri elegi ini ialah seseorang yang seluruh eksistensinya adalah fiksi semata. Kemarilah, Oberon-Vortigern, penggal kepala Sang Rusa. Tanduknya akan berhenti menopang dunia saat tetes terakhir dari air matanya akan selalu menjadi milikmu selamanya.
Kisah kita bukan utopia.

Bluem on FB

Kukis Susu Bayangan on FB
karena bilah sang pendusta telah mengakhiri isak tangisnya.